Menabur Benih Pasti Menuai

Tatkala terompet Sangkakala ditiup Sang Malaikat, bumi dan isinya bergetar, bergoncang, bergoncang dan bergoncang. Tak satupun yang ada di bumi mampu menyelamatkan diri. Saat itu, semua yang hidup pasti tiba saat kematiannya.

Apakah sudah siap jika saat kematian kita tiba ?

Semua yang dilakukan manusia akan dipertanggung-jawabkan. Tak ada sekecil apapun terlewatkan. Tak ada perbedaan laki-laki atau perempuan, anak-anak ataupun dewasa. Semua yang dilakukan manusia ketika masih hidup pasti dipertanggungja wabkan.

A. Apa yang harus dilakukan saat masih hidup ?

Karena manusia lahir ke dunia ada yang menciptakan, sudah semestinya manusia itu TAAT dan PATUH pada Sang Pencipta. Sebenarnya Sang Pencipta itu TIDAK PERDULI manusia itu mau taat, patuh atau tidak. Sang Pencipta tidak butuh disembah. Semuanya yang BUTUH adalah MANUSIA sendiri.

Saat manusia masih hidup di muka bumi juga diwajibkan untuk hidup berdampingan dengan siapapun, tanpa kecuali. Karena semua yang dilakukan akan mendapat balasan.

Jika manusia menyadari dengan sepenuh hati, pasti takut dengan perbuatannya sendiri. Semua yang dilakukan terhadap orang lain, suatu saat akan mendapat balasan atas perbuatan yang telah dilakukan itu. Salah satu contoh, orang yang menemukan uang di jalan, dan dibawa pulang kemudian dibelanjakan untuk kebutuhannya, di lain waktu pasti kehilangan uang yang nilainya sama bahkan lebih banyak.

Contoh lain, barang siapa yang memakan atau merampas barang atau uang yang bukan haknya, walaupun yang berhak tidak tahu, di lain waktu pasti ada musibah yang menimpa dirinya.
Inilah yang sering terjadi dalam kehidupan manusia.
Tapi hal ini banyak orang yang tidak menyadari.

Sebenarnya untuk menjalani hidup bersama orang lain tidaklah sulit. Agar manusia bisa baik dan diterima banyak orang. Dalam kehidupan di dunia ini yang terpenting BISA MENYADARI bahwa KEADAAN MANUSIA itu TIDAK STABIL (manungsa kuwi kahanane ORA AJEG). Maka dengan sadar akan hal itu, manusia tidak akan sombong, tidak semena-mena, tidak akan mudah meremehkan orang lain.

Lebih ironis lagi, suatu saat menghina, menghardik pada orang lain. Nah di lain waktu orang yang menghina membutuhkan pertolongan orang yang telah dihina itu. Dan orang yang dihina itupun ikhlas memberi pertolongan. Bagaimana dengan hal ini ?

B. Pembalasan atau Hukum Karma itu ada.

Itulah realitas kehidupan manusia yang selalu diikuti dengan PEMBALASAN atau HUKUM KARMA. Pembalasan atau Hukum Karma ini bersifat TETAP dan PASTI. Tetap artinya bahwa pembalasan atau hukum karma itu SEBANDING dengan apa yang telah dilakukan, bahkan lebih.. Bersifat PASTI artinya pembalasan atau hukum karma itu pasti diterima, tidak ada yang mampu menghindari. Lebih parah lagi, kalau si pelaku belum menerima pembalasan atau hukum karma, maka yang akan menerima adalah KETURUNANnya.
Masyaallooohh !

BARANG SIAPA YANG MEMBUAT KESULITAN pada ORANG LAIN, suatu
SAAT PASTI dan PASTI mendapat KESULITAN yang SEBANDING, bahkan lebih.

Untuk itu, marilah kita semua berperilaku yang bisa membahagiakan diri sendiri orang lain dan keturunan kita. Selamatkan diri sendiri dan keturunan. Agar mendapat pembalasan yang baik, saat kita masih hidup di bumi maupun besok di alam baka. Semoga kita selamat dunia akhirat. Amin.

Satu Tanggapan to “Menabur Benih Pasti Menuai”

  1. Agung Rangga Says:

    benar sekali, siapa yang menabur benih, pasti dia yang menuai hasilnya…😮

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s